kehidupan, seperti sebuah daun yang sudah kuning
dan gugur di aliran sungai. berjalan mengikuti arah air dan tak tau sampai mana
ujung nya.
Aku dan jalan hidup ku kini semakin bersahabat,
pengalaman yang pernah aku lalui dan membuat aku belajar dari itu semua. Dan sampai
lah saat nya aku mulai merasa jenuhnya dengan keadaan seperti sekarang, yaa
bisa di katakan aku hanya hidup untuk menunggu rasa yang tak pasti dan
menyakitkan buat aku dengar. Tapi itulah hidup, toh juga tidak bisa di sesali. Pernah aku berpikir untuk berhenti merasakan
realita kehidupan, tapi rasanya hidupku hanya sebatas bernafas, melihat,
mendengar, dan itu tidak membuat ku merasa lebih baik. Akhirnya aku berjalan
mengikuti garis hidup ku dan mungkin tantangan itu semakin menusuk dan buat aku
berpikir kalau aku hidup cuma buat sakit hati.
Yaap, sebelumnya aku memang seorang remaja yang
baru menginjak kan kaki melangkah ke dunia GLOBALISASI. Dimana kehidupan sekarang jauh lebih
keras dari kehidupan masa lalu, mungkin jika zaman dahulu itu yang di katakan
keras contohnya melawan penjajah. Tapi berbeda dengan kehidupan sekarang, keras
dalam artian BERPERANG MELAWAN DIRI SENDIRI. Susah bukan?
Cinta? Rasa untuk memiliki sepenuhnya orang yang
kita cintai tapi tidak untuk di sakiti. Bagiku cinta yang indah itu hanya untuk
penciptaku, orang tua, dan adik adikku. Mungkin kalau aku merasakan cinta untuk
seseorang yang bukan muhrim ku itu hanya rasa yang mungkin bakal menjerumuskan
aku ke dunia kesesatan.
Penyesalan? Mungkin tidak, aku hanya kecewa
dengan apa yang di lakukan karena tidak sesuai dengan apa yang di katakan. Rasa
sakit jika di khianati itu pasti ada, tapi tidak perlu untuk di hayati dan di
tangisi. sebagai makhluk sosial aku masih punya teman yang sangat menyayangi
aku dan yang sangat aku sayangi. Cukup rasa ini di jadikan pelajaran buat
kedepan. aku dan masa depan ku tidak terikat dengan ada atau tidak adanya dia. Jadi
BUAT APA BERSEMBUNYI DI BALIK KESEDIHAN? Lagian juga dia tidak peduli. Jalani saja
apa yang sudah di berikan dan jadikan jalan yang sudah ada menjadi lebih baik.
KITA ADALAH CERMINAN DIRI KITA. Maka berhati-hati lah dalam berbuat dan
berkata !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar