pagi itu matahari masih malu untuk menampakan diri, pelan pelan ia muncul di balik sela sela kamar dira dengan sinar nya yang hangat dan halus membuat dira terbangun dari tidurnya. dengan mata setengah terpejam dira mencoba membuka mata dan melihat kalender yang terletak di atas meja belajarnya. melihat ada lingkatan merah di kalendernya, dira langsung terloncat kaget.
"what? ini udah tanggal 12 ya?"
dira pun cepat cepat bergegas menuju kamar mandi dan siap siap untuk pergi ke sebuah tempat yang selalu ia kunjungi setiap tanggal yang ia lingkari. tempat dimana kenangan indah bersama seorang yang membuat hati dira bergetar. ya dia adalah dana seorang yang special bagi dira
"ah, ini udah tahun kedua gue ga pernah bertemu dana lagi" batin dira
semenjak dana menghilang, setiap tanggal 12 agustus dira selalu ke tempat dimana pertama kali mereka bertemu, tempat sederhana yang di kelilingi pepohonan rindang. lumayan nyaman buat berbagi cerita. akhirnya dira pun pergi dengan mengendarai mobil nya dira pun langsung menginjakan gas menuju tempat yang dia sebut pohon cinta.
akhirnya dirapun sampai dan langsung duduk di bawah pohon tersebut. dira mengeluarkan buku diary kecil nya dari dalam tas biru nya. dira membuka lembar demi lembar, butiran butiran air jatuh dari pelupuk matanya dan membasahi pipi nya, rona merah yang memancar menandakan kalau dira sangat merindukan sosok cowok yang dulu selalu hadir saat ia sedih, selalu bisa membuat ia tertawa.
"dana, danaaaaa " teriak dira dalam tangisnya
''lo tau ga gue rindu banget sama lo, kenapa lo tega ninggalin gue dan hilang gitu aja. lo jahat dan jahat banget,"
dira tak dapat membendung tangis nya. tiba tiba seorang menepuk pundak dira .
"gue datang dir"
dira pun menoleh kebelakang dan betapa kagetnya dira ketika tau kalau sosok cowok tersebut adalah seseorang yang 2 tahun telah hilang tanpa kabar dan sekarang cowok itu datang dengan perubahan membuat dira tambah ling lung.
"lo, lo dana? " tanya dira setengah tak percaya dan masih dengan sisa sisa isak tangisnya
"iya, kenapa kaget gitu dir"
"lo jahat dan, lo jahat" sambil memukul pundak dana
"maafin gue dir, gue ga bisa kasih kabar ke lo, gue cuma ingin apa yang gue impikan selama ini tercapai"
"tapi kenapa lo ga kasih tau dulu mau ngilang"
haha, dana pun tertawa, mata kecilnya bertambah kecil ketika dia tertawa.
"lo kok ketawa sih dan, ga tau apa gue.. " ucapan dira terpotong
"kenapa ,? lo kangen gue ya " sambil menjulurkan lidahnya
"yee, pe de banget lo dan"
"udah ga usah bohong, tadi gue denger kok lo manggil manggil gue, ya kan? ngaku aja lo "
semburat merah pipi dira pun muncul, ia malu dan menundukan kepalanya
"dir, lo tau ga setiap tanggal 12 agustus gue selalu kesini dan selalu sembunyi di atas rumah pohon yang pernah kita buat dulu, gue selalu mendengar isak tangis cewek bawel dari atas, tau ga gimana nyesek nya gue, dan sekarang gue berani muncul kedepan lo karena impian gue terwujud"
dira lupa dengan rumah pohon yang mereka buat dulu.
"emang apa dan?" tanya dira
"impian gue menjadi orang sukses dan bisa bahagiain seseorang yang gue sayang"
"yang lo sayang, siapa dan? "
detak jantung dira semakin cepat, tak tahu apa yang akan di dengar nya dari mulut dana. dira takut jika bukan ia yang dana maksud betapa sakitnya penantian selama ini.
"orang itu adalah cewek manja, bawel, keras kepala, baik, jaim, yang tepat berada di depan gue sekarang"
dira pun kaget.
"maksud lo gue dan? " tanya dira masih tak percaya
"dir, lo mau kan jadi seseorang yang special di sini *dana menunjuk ke arah hatinya* gue? "
malu malu dira melihat mata dana yang seperti mengharapkan jawaban itu ada iya.
dira sersenyum dan dengan anggukkan kecil menyata kan kalau dira juga ingin dana menjadi orang special baginya. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar